Posts

Showing posts with the label Politik

AHOK Kalah !!!

Image
Beritarak - Sekjen FPI Jakarta, Habib Novel Bamukmin, menyebut, Ahok kalah dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 secara de facto, meskipun hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survei menempatkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat sebagai pemenang. "Alhamdulillah umat Islam menang 58 persen," kata Habib Novel di Jakarta, hari ini. Pernyataan Novel ini merujuk pada gabungan suara pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono yang perolehan suaranya berada di kisaran 58 persen. "Hasil hitung cepat Pilgub DKI Jakarta 2017 menunjukkan pemilih lawan Ahok jauh lebih banyak dari pemilih Ahok dengan perbandingan sekitar 57% berbanding 43%. Secara de facto sudah terbukti jika pendukung Ahok sudah kalah jumlah," kata Krist di Posko ACTA, Menteng, Jakarta Pusat Berdasarkan hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, seperti Polmark Indonesia, Indikator Politik Indonesia, Lembaga Survei Indonesia, Litban Kompas, dan Lembaga Survei Ind...

Polisi Tunggu Saksi Rizieq

Image
Beritarak - Penyidik Polda Jawa Barat belum menyelesaikan berkas perkara penghinaan lambang negara dengan tersangka Habib Rizieq Shihab karena masih menunggu saksi meringankan yang akan diajukan imam besar FPI itu. "Sedang kita tunggu siapa yang diajukan. Akan kami periksa," kata Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan kepada wartawan, hari ini. Habib Rizieq menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka, Senin 13 Februari lalu, selama lebih dari tujuh jam. Rizieq mengaku dicecar sekitar 36 pertanyaan yang akan diajukan oleh penyidik, seputar sejarah Pancasila dan muasal Pancasilan diusulkan oleh Presiden RI pertama Soekarno. Dalam pemeriksaan itu, Rizieq mengaku telah mengajukan beberapa saksi ahli di antaranya ahli tata negara dan ahli sejarah. Anton menjelaskan, penyidik Diroktorat Reserse dan Kriminal Umum juga masih melengkapi pemberkasan terkait dugaan penodaan pancasila dan pencemaran nama baik dengan tersangka Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab dengan terus berk...

Mari Bersama Membangun Jakarta

Image
Beritarak - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak seluruh pendukungnya untuk berjuang di putaran kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta 19 April mendatang. Ajakan itu disampaikan Anies saat menerima dukungan relawan Agus-Sylvi yang tergabung dalam Komite Nasional Masyarakat Indonesia di rumah ketua KNMI Alex Asmasoebrata di Jakarta Selatan, malam ini. "Yang berada di ruangan ini sama, sama-sama ingin gubernur baru di Jakarta. Mari kita ubah Jakarta. Jika diamanatkan nanti adalah kembalikan Jakarta sebagai nuansa kota sejarah," kata Anies. Anies mendorong semua pasangan cagub-cawagub tetap fokus menyiapkan program untuk menata dan memberikan yang terbaik bagi Jakarta. "Kami akan terus fokus pada betapa pentingnya membangun suasana persatuan. Saling menghormati, saling menghargai, dengan begitu orang bisa bekerja dengan tenang, konsentrasi, belajar juga bisa tenang," kata Anies usai kampanye terbatas di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (2/2/2017). ...

Status Ahok(Tersangka) tak pengaruhi hak angket

Image
Beritarak - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai, fatwa Mahkamah Agung yang dimintakan oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo tentang status pemberhentian Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta, tak akan mempengaruhi hak anggota DPR untuk menggunakan hak angket. "Tidak mempengaruhi sikap penggunaan hak anggota karena seperti ketua MA bilang sebaiknya diselesaikan pemerintah," kata Fahri di Gedung DPR RI. Jakarta, hari ini. Fahri menjelaskan hal tersebut untuk menanggapi polemik tidak diberhentikannya Ahok dari jabatannya sebagai gubernur DKI Jakarta meskipun berstatus sebagai terdakwa, dan usaha dari Mendagri yang meminta fatwa pada MA mengenai status Ahok tersebut. Menurut Tjahjo, status gubernur DKI Jakarta yang dijabat Ahok menjadi polemik karena Ahok  menjadi terdakwa kasus dugaan penistaan agama. Tapi dia mengaku punya alasan kuat belum memberhentikan Ahok dari jabatan Gubernur DKI tersebut. Tjahjo meyakini bahwa Undang Undang Pemd...

Ahok menang di putaran kedua, Mustahil

Image
Beritarak - Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman yakin pasangan Basuki Tjahaja Purnama kalah di putaran kedua Pilkada DKI 19 April mendatang, karena pemilih pasangan Agus Harimurti-Sylviana Murni akan beralih mendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno. "Pemilih lawan Ahok (Anies Baswedan-Sandiana Uno) lebih banyak. Mustahil dia (Ahok) akan menang," kata dia, usai acara tumpengan di kantornya, Jalan Imam Bonjol 44 Menteng, Jakarta Pusat, hari ini. Pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mendapatkan suara terbanyak berdasarkan hasil hitung cepat beberapa lembaga survei. Ahok-Djarot mendapatkan sekitar 42 persen, Anis-Sandi 39, dan pasangan Agus Harimurti-Sylviana Murni kurang dari 20 persen. Jika mengacu pada hasil ini, Agus-Sylvi dipastikan tersingkir dan Ahok-Djarot akan melawan Anies-Sandi di puutaran kedua Pilgub DKI. Habiburokhman yakin suara umat Islam di kubu Agus-Sylvi akan beralih ke Anies-Sandi. "Kami sangat yakin jika suara uma...

Warga DIBAI'AT Coblos AGUS

Image
Beritarak - Entah ini hal baik atau bukan. Tapi d mataku terlihat begitu menyedihkan. Lagi2 Islam di pergunakan sebagai alat politik kelas comberan demi kepentingan kekuasaan. Sebuah strategi yg hanya akan d lakukan oleh para calon pemimpin yg justru tidak memiliki bekal cukup untuk bertarung dalam era demokrasi. Semenjak ayat2 suci Al-Quran ikut kampanye, sebetulnya sudah terlihat penurunan derajat Islam d mata masyarakat. Dengan mengandalkan statistik mayoritas, maka para oknum penyalahguna agama dimajukan untuk mencari ayat2 yg menguntungkan, membawanya keluar ruang lingkup ibadah. Keluar ruang lingkup majelis, keluar dari masjid, turun ke jalan dan d paksa maju paling depan sebagai tameng sekaligus senjata andalan. Bukan hanya ayat2 suci yg d rendahkan serendah2nya. Allah SWT pun d seret2 kedalam pilkada melalui bai'at. Apakah itu bai'at? Bai'at dalam terminology berarti “Berjanji untuk taat”. Seakan-akan orang yang berbaiat memberikan perjanjian kepada amir...

Uang 250 Milyar Sudah Diterima KPK

Image
Beritarak - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima pengembalian uang sekitar Rp 250 miliar terkait dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), tahun anggaran 2011-2012. Adapun uang tersebut berasal dari vendor pengadaan maupun perorangan yang diduga menerima bagian dari proyek yang berjalan lima tahun silam. "Saat ini total uang yang terkumpul ada Rp 250 miliar. Tapi, patut dicatat, belum semua anggota DPR yang ada di Komisi II pada rentang masa itu mengembalikan uang yang mereka terima kepada kami," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2017). Sebab itu, dia mendorong agar para anggota dewan yang merasa menerima uang dari proyek tersebut segera mengembalikannya kepada lembaga antirasuah. Meskipun pengembalian uang bukan berarti akan membebaskan mereka dari pidana. "Mereka tidak bebas begitu saja, tetap diusut. Hanya, sikap mereka yang mengembalikan uang itu akan dic...

KPK: Kembalikan Uang Korupsi e-KTP

Image
Beritarak - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyatakan lengkap (P-21) berkas perkara dua tersangka korupsi proyek pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (KTP elektronik atau e-KTP) tahun anggaran 2011-2012. Dua tersangka dimaksud adalah Sugiharto, mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Kemendagri) dan Irman, mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri. "Pelimpahan tahap satu sudah dilakukan untuk tersangka S (Sugiharto) hari Jumat, 3 Februari 2017 dan untuk tersangka IR (Irman) dilakukan hari Senin, 6 Februari 2017. Masih ada waktu sampai pelimpahan tahap dua, yakni pelimpahan berkas perkara dan tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (8/2). Menurutnya, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 280 orang saksi, termasuk 15 anggota DPR untuk kedua tersangka itu. Bahkan, sebenarny...

Kasus korupsi e-KTP, Ade Komarudin diperiksa KPK

Image
Beritarak - Penyidik KPK memeriksa mantan ketua DPR, Ade Komarudin sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP di gedung KPK, Jakarta, hari ini. Akom, sapaan akrab Ade Komarudin tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung masuk gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan. Lima menit kemudian mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar periode 2009-2014 Chairuman Harahap menyusul keudian. "Ya mau diperiksa," kata Chairuman kepada wartawan. KPK sudah memanggil sejumlah anggota DPR dan mantan anggota DPR berkaitan dengan korupsi e-KTP, merujuk pada keterangan mantan bendahara umum Partai Demokrat Mohammad Nazaruddin, seperti Ketua DPR Setya Novanto, gubernur Jawa Tengah yang juga mantan anggota Komisi II DPR Ganjar Pranowo. Menurut KPK, ada lebih dari 250 saksi sudah dipanggil untuk diperiksa dalam kaitannya dengan kasus ini. Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan dua tersangka yaitu mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Irman dan mant...

DPR Datangi Bea Cukai Soal E-KTP Vietnam

Image
Beritarak - Komisi II DPR RI akan mendatangi Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, untuk memastikan  e-KPT atau KTP elektronik palsu yang dikirim dari Vietnam. "Pukul 10.00 WIB, Komisi II DPR RI akan ke Bea Cukai Bandara Soetta untuk melihat e-KTP," kata anggota Komisi II DPR RI, Agung Widyantoro saat dihubungi di Jakarta, hari ini. Kemarin, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy dan Fandi Utomo melakukan sidak, namun mereka tidak diberi akses oleh pihak Bea Cukai Bandara Soetta. Tidak jelas apa alasan pelarangan oleh Bea Cukai, sehingga dua anggota DPR tak bisa melihat langsung barang yang datang dari Vietnam tersebut. Agung menyebutkan, jumlah e-KTP yang dikirim dari Vietnam sangat banyak. "Sekitar 450 ribu e-KTP," kata politisi Partai Golkar itu. Beredar informasi di kalangan awak media, 450 ribu e-KTP itu dikirim dari Vietnam kepada seseorang yang merupakan kerabat keluarga salah satu pejabat daerah. (berak/adm)

Rahasia Bea Cukai Mengenai e-KTP dari Vietnam

Image
Beritarak - Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta menolak memberikan informasi tentang adanya pengiriman e-KTP atau KTP elektronik dari Vietnam kepada anggota Komisi II DPR. "Kepala kantor tidak di tempat karena ada assesment di Kemendagri. Kalau informasi kami satu pintu. Kami akan tetap jaga kerahasiaan. Kami tidak diberikan kewenangan untuk menyampaikan informasi," kata Kabid Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Bandara Soetta, Amir, saat menerima Anggota Komisi II DPR RI di kantor Bea Cukai, Bandara Soetta, Jakarta, hari ini. Anggota DPR Komisi II, hari ini mendatangi Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, untuk memastikan informasi ratusan ribu e-KTP yang dikirm dari Vietnam. Kedatangan Komisi II DPR yang telah mendapatkan izin dari pimpinan DPR, menindaklanjuti penolakan Bea Cukai terhadap dua anggota DPR sebelumnya, Lukman Edy dan Fandi Utomo. Tidak dapat melihat fisik yang ingin dilihat, anggota Komisi II DPR RI, Agung Widyantoro meminta, Bea Cuk...

FPI : URUS SAJA MORALMU !

Image
Apa yang dirasakan anggota FPI sekarang? Apa yang dirasakan orang yang kemarin mendapuk Rizieq sebagai Imam besar umat Islam, saat ini? Sebagian gamang, masa kok segitunya kelakuan seorang Imam. Jika Imam saja bisa berlaku begitu, apalagi makmum? Kepada siapa lagi mereka mencari panutan. Sebagian lagi sibuk menyangkal bahwa itu fitnah. Memang belum terbukti kebenarannya. Meski potongan-potingan puzle itu sudah mulai membentuk mozaik utuh. Tapi mari untuk sementara kita berpraduga tidak bersalah. Yang mengherankan FPI yang biasanya galak, dikit-dikit lapor, dikit-dikit demo, kali ini cuma sibuk menangkis-nangkis. Sikapnya tumben defensif. Tapi sekali lagi sikap itu juga tidak lantas menjadi pembuktian bahwa kasus itu benar terjadi. Ada sebagian angota dan simpatisannya yang memikih gak peduli, meski polisi sudah menyinggung sedikit bahwa chit-chat itu lebih dekat ke fakta. Bagi nereka Imam besar umat Islam gak ada hubungan dengan moral dan syahwat. Jadi gak ngaruh mau chat se...

Ahok Djarot Bisa Menang Satu Putaran

Image
Tabir gelap yang dulu hinggap hingga membuat orang kalap lambat laun terungkap. Tabir gelap penunggang politik yang dulu menyeringai perlahan terkubur. Persidangan Ahok menjadi kamar operasi "dokter bedah" membongkar motif busuk para penunggang politik. Di sana dibedah isi perut para saksi pelapor tuduhan penistaan agama. Persidangan panjang itu menarik atensi publik. Begitu antusias publik mengikuti setiap persidangan. Pada titik sidang ke 8 ini, angin panas yang dulu memayungi langit Jakarta berangsur sejuk kembali. Labirin labirin gelap itu tersingkap. Tentu perubahan temperatur emosi publik itu bukan lahir ujug ujug seperti hujan lebat memadamkan kebakaran hutan di Riau sana. Perubahan trend itu lahir karena akal sehat selalu unggul dari akal akalan siasat muslihat orang jahat. Hanya perlu waktu menjelaskannya. Menjelang Ahok ditetapkan sebagai tersangka, banyak teman teman bilang Ahok bakal habis. Aksi 411 dan 212 dengan segala narasi melatarinya membuat bulu ...

Mati Syahid dan Pemahaman Imporan

Image
Kesukaan meniru atau 'mengimpor' sesuatu dari luar negeri mungkin sudah menjadi bawaan setiap bangsa dari negeri berkembang; bukan khas bangsa kita saja. Pokoknya asal datang dari luar negeri. Seolah-olah semua yang dari luar negeri pasti hebat. Tapi barangkali karena terlalu lama dijajah, bangsa kita rasanya memang keterlaluan bila meniru dari bangsa luar. Sering hanya asal meniru; taklid buta, tanpa mempertimbangkan lebih jauh, termasuk kepatutannya dengan diri sendiri. Ingat, saat orang kita meniru mode pakaian, misalnya. Tidak peduli tubuh kerempeng atau gendut, pendek atau jangkung; semuanya memakai rok span atau celana cutbrai, meniru bintang atau peragawati luar negeri. Pada waktu pak Harto dan orde barunya ingin membangun ekonomi, sepertinya juga asal meniru negara maju; tanpa melihat jatidiri bangsa ini sendiri yang pancasilais (Padahal waktu itu ada yang namanya P4). Maka, meski tanpa 'kapital', selama lebih 30 tahun negeri kita seperti negeri kapitalis...

Motif Dibalik Cuitan SBY

Image
Ada motif apa dibalik cuitan terbaru SBY tentang rumah barunya yang "digrudug" mahasiswa? Sebelum saya menganalisa, perlu diketahui bahwa SBY adalah mantan Presiden ke 6 RI dan gaya kepemimpinannya tentu kita sudah hafal. Dieranya semua terkesan aman, tentram, adem dan ayem. Namun setelah berganti era Jokowi, kita baru tahu betapa bobroknya kepemimpinan dieranya. Kekayaan laut dicuri pihak asing selama puluhan tahun hingga negara mengalami kerugian ratusan triliun pertahun. Anak perusahaan Pertamina Petral juga dijadikan ajang bancaan mafia. Proyek Hambalang dibuat ajang korupsi hingga negara rugi triliunan rupiah. Belum lagi kasus bank Century dan banyak lagi lainnya. Entah sudah berapa ribu triliun kerugian negara selama SBY memerintah, dan mau tidak mau, rakyat dan Pemerintah sekrang lah yang harus menanggungnya. Jokowi yang kini menjabat sebagai Presiden ke 7 RI tentu megetahui banyak hal tentang SBY. Sebagai Presiden, beliau bisa saja mendapatkan informasi ten...

Bertanya Kepada Bapak Presiden Dan Kapolri

Image
Tidak ada yang lebih membahagiakan selain bangsa ini tidak memiliki mantan presiden yang suka curhat di media sosial. Hilang wibawa bangsa ini jika mantan presiden yang berlatar belakang jenderal suka curhat dan konfrensi pers padahal hanya seorang mantan presiden, bukan artis. Atau mungkin memang sudah merasa sebagai seorang seniman, karena sudah berhasil membuat album lagu dan bisa menyanyi? Saudara-saudaraku yang mencintai hukum dan keadilan, saat ini di tempat tinggalku “digruduk” hujan deras disertai badai. Anginnya teriak-teriak. Haruskah saya lapor ke polisi? SBY masih mendingan, rumah digruduk bisa lapor polisi. Tapi digruduk hujan dan angin badai, mau lapor ke mana? Cukupkah dengan nge-tweet “Ya Allah, Tuhan YME, hujan dan angin koq jadi begini? Kapan orang yang lemah bisa tidur dengan nyenyak?” Ataukah mungkin tidur itu hanya untuk orang yang lemah saja? Uhuk Kecuali alam semesta sudah berubah, karena angin dan hujan memang tidak boleh pilih kasih. Apalagi tukang demo,...

KISAH RAJA TUA YANG DITINGGALKAN

Image
Setelah sang panglima laskar tiarap ketakutan sambil menahan malu dan cemas akan nasib & masa depannya yang bagaikan pisang di ujung tanduk. Setelah sang ketua lembaga fatwa mundur teratur karena skandal “bisik-bisik tetangga”nya yang mulai ketahuan. Kini sang Raja Tua harus berjuang sendirian untuk bisa terus mempertahankan kekuasaan dinasti keluarganya. Setelah rencananya yang brilian tapi beresiko memecah belah bangsa itu tersingkap kini dia bingung harus mengadu kepada siapa. Reputasi, nama baik dan kehormatan yang telah dibangunnya selama puluhan tahun kini hilang begitu saja. Masa depan gemilang putra mahkota kesayangannya juga terancam gagal total bahkan ada kemungkinan bisa jadi pengangguran karena sudah telanjur dipertaruhkan dan dikorbankan. Partai persilatan yang dibangunnya secara susah payah juga terancam bangkrut pada laga antar partai persilatan yang akan diadakan 2 tahun ke depan. Sungguh jurus-jurus maut dari Pendekar Kodok Budiman dan Pendekar Mata Sipit ti...

SEPATU KACA YANG TERTINGGAL DI ISTANA NEGARA

Image
ADA SEPATU KACA YANG TERTINGGAL DI ISTANA NEGARA Saban membaca twit Pepo, yang sara rasakan kok, seolah Indonesia sudah dalam kondisi darurat banget, ya? Padahal Indonesia sedang berjalan biasa saja. Kampanye Pilkada memang berlangsung agak keras, tapi masih wajar. Indonesia ibaratnya seperti lelaki yang sarungan, duduk sore-sre dengan sebatang rokok dan pisang goreng. Ajib. Tapi entah kenapa, di matanya Indonesia seperti seorang gadis yang telepon kepada cowoknya, "Yang, aku telat..." Semuanya serba salah. Menjelang aksi 212, SBY melempar komentar, mau sampai lebaran kuda juga demo gak akan berhenti sebelum kasus Ahok ditangani hukum. Kini Ahok sudah diproses ke pengadilan. Tapi rupanya lebaran kuda masih lama. Lalu dia mencari perhatian dengan twitannya. Cuitannya yang menyebut Tuhan YME, mendatangkan reaksi. Di sana ada kata-kata 'fitnah dan hoax berkuasa'. Orang-orang gampang mengkait-kaitkan maksudnya. Ini arahnya dutujukan Jokowi. Cukup? Belum. Se...

Battle 4 JKT 1

Image
Saat ini publik sedang disuguhi drama seru berjudul "Battle 4 JKT 1" Sutradaranya adalah seorang yang cukup berpengalaman yaitu Pepo de Mank Kraxs. Pemeran utama dan aktor pendukungnya adalah : Panglima Laskar, Geng Senggol Bacok dan lembaga fatwa. Yang dijadikan target untuk disingkirkan dan dikorbankan adalah si Pendekar Mata Sipit. Adapun yang menjadi pemain bonekanya (the Puppet) adalah si Mayor Gaul. Namun sayang, cerita yang sudah diarahkan oleh sang Sutradara tiba-tiba melenceng jauh dari skenario awal. Para aktor utamanya berguguran di tengah jalan dan dipermalukan gara-gara over acting dan justru membuka kebusukannya sendiri. Sang boneka terancam turun panggung dan sang Sutradara kini dilempari botol aqua oleh para penonton yang kecewa. Rupanya ada Pendekar Kodok Budiman dan Punggawa Kerajaan bintang empat yang ikut bermain dibalik layar dan membongkar kelicikan Sutradara beserta kroni-kroninya. Menjelang akhir adegan justru jalan cerita berbalik arah dan beru...

TREND SETTER

Image
Sebelumnya kita sudah mengenal Syahrini sebagai artis fenomenal yang kata-kata centil dan genit lebaynya selalu menjadi viral dan dikutip banyak orang seperti : ulalaa, cetar membahana, maju mundur cantik, usir cantik, seperti ituuuu dan sebagainya. Kini kita juga mengenal artis pendatang baru yang meski usianya sudah senior tapi juga bisa menciptakan kata-kata viral bin lebay yang tak kalah hebohnya. Dialah Pepo de Mank Kraxs yang sekarang sedang menjadi buah bibir bagi banyak orang. Banyak kata-katanya yang menjadi viral dan trending topic seperti : Lebaran Kuda, Ya Allah Tuhan YME hingga Pak Presiden dan Pak Kapolri. Kita tunggu apa lagi kata-kata lebay yang bisa menjadi viral dan trend setter bagi para netizen. Seringnya PEPO mencicit dan mengeluh di medsos, menggambarkan PEPO kurang dewasa dan kurang bijaksana. Kalo melihat prinsip ketimuran, orang banyak bicara itu cenderung kurang produktif, yg cenderung responsif tingkat tinggi tanda tanda ke kurang dewasa an ...