Mari Bersama Membangun Jakarta


Beritarak - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak seluruh pendukungnya untuk berjuang di putaran kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta 19 April mendatang.

Ajakan itu disampaikan Anies saat menerima dukungan relawan Agus-Sylvi yang tergabung dalam Komite Nasional Masyarakat Indonesia di rumah ketua KNMI Alex Asmasoebrata di Jakarta Selatan, malam ini.

"Yang berada di ruangan ini sama, sama-sama ingin gubernur baru di Jakarta. Mari kita ubah Jakarta. Jika diamanatkan nanti adalah kembalikan Jakarta sebagai nuansa kota sejarah," kata Anies.

Anies mendorong semua pasangan cagub-cawagub tetap fokus menyiapkan program untuk menata dan memberikan yang terbaik bagi Jakarta.

"Kami akan terus fokus pada betapa pentingnya membangun suasana persatuan. Saling menghormati, saling menghargai, dengan begitu orang bisa bekerja dengan tenang, konsentrasi, belajar juga bisa tenang," kata Anies usai kampanye terbatas di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (2/2/2017).

Berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dipastikan maju ke putaran kedua Pilgub DKI menghadapi pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat.

Anies mengucapkan terima kasih kepada relawan Agus-Sylvi yang telah memberikan dukungan kepadanya. "Dalam 24 jam langsung mengubah dan memberikan dukungan kepada kami," kata Anies.

Mantan rektor Universitas Paramadina itu berjanji menjaga amanat dan kepercayaan yang diberikan relawan Agus-Sylvi. "Hingga lima tahun ke depan," kata Anies.

Saat lanjutan persidangan yang beragendakan mendengarkan kesaksian Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin pada Selasa (31/1/2017), tim kuasa hukum Ahok menuding ada komunikasi antara SBY dan Ma'ruf.

Isinya disebut permintaan agar Ma'ruf menerima kunjungan pasangan cagub-cawagub nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di Kantor PBNU.  

Selain itu, tim kuasa hukum Ahok menyatakan komunikasi berisi permintaan SBY agar MUI segera mengeluarkan fatwa terkait ucapan Ahok saat kunjungannya ke Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Dalam persidangan, tim kuasa hukum Ahok mengaku memiliki bukti atas tudingannya itu.

"Tim kuasa hukum dibentuk baru-baru ini. Ahok juga waktu itu belum jadi tersangka," ujar kuasa hukum Ahok, Humphrey Djemat.

(berak/adm)

Comments

Popular posts from this blog

Tidur pake Bra berbahaya bagi kesehatan

Nikita Mirzani pamer payudara

WhatsApp Update Fitur Status video