Motif Dibalik Cuitan SBY


Ada motif apa dibalik cuitan terbaru SBY tentang rumah barunya yang "digrudug" mahasiswa?

Sebelum saya menganalisa, perlu diketahui bahwa SBY adalah mantan Presiden ke 6 RI dan gaya kepemimpinannya tentu kita sudah hafal. Dieranya semua terkesan aman, tentram, adem dan ayem. Namun setelah berganti era Jokowi, kita baru tahu betapa bobroknya kepemimpinan dieranya.

Kekayaan laut dicuri pihak asing selama puluhan tahun hingga negara mengalami kerugian ratusan triliun pertahun. Anak perusahaan Pertamina Petral juga dijadikan ajang bancaan mafia. Proyek Hambalang dibuat ajang korupsi hingga negara rugi triliunan rupiah. Belum lagi kasus bank Century dan banyak lagi lainnya.

Entah sudah berapa ribu triliun kerugian negara selama SBY memerintah, dan mau tidak mau, rakyat dan Pemerintah sekrang lah yang harus menanggungnya.

Jokowi yang kini menjabat sebagai Presiden ke 7 RI tentu megetahui banyak hal tentang SBY. Sebagai Presiden, beliau bisa saja mendapatkan informasi tentang siapapun dari para pembantunya, termasuk informasi tentang SBY. Ingat! Mata, kaki dan tangan Presiden itu bertebaran dimana-mana.

Kita semua tahu, hubungan antara ketum PDIP Megawati dengan SBY sampai sekarang juga kurang harmonis. Keduanya seolah terus menerus dilanda perang batin. SBY juga sulit diseret ke meja hijau meskipun ia sudah banyak tersandung kasus, hanya anak buahnya saja yang sudah masuk tahanan KPK.

SBY yang pernah menjabat dua periode tentu mmiliki banyak pion dan tentakel yang mudah digerakkan kemanapun sesuai keinginan.

Namun seiring berjalannya pemerintahan Jokowi, pion-pion SBY mulai "dipreteli", termasuk yang dianggap paling kuat, yaitu melalui pimpinan ormas Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Publik sudah tahu bagaimana kedekatan antara SBY dengan RS. Terutama untuk menjalankan misinya di pilkada DKI, yaitu memenangkan anaknya yang kini sedang terjun bebas elektabilitasnya.

Kini RS telah tersandung kasus dugaan pornografi dengan Firza Husein. Kapolda Metro pun terlihat sangat serius menangani kasus tersebut, apalagi sebelumnya RS sempat menghina Kapolda Metro. RS juga sebelumnya melakukan perlawanan agar Kapolda Metro dan Jabar dicopot dari jabatan.

Setelah RS tak berkutik karena terjerat kasus pornografi, SBY pun mulai intens muncul memibuat isu-isu murahan melalui cuitannya guna menjatuhkan pihak pemerintah dan kepolisian. Seperti cuitan terbaru SBY tentang "penggrudukan" yang dilakukan skitar ratusan mahasiswa di depan rumah barunya di Kuningan.

SBY seperti coba ingin membangun persepsi masyarakat agar mendapat simpati. Ini gaya lama, memelas agar rakyat kasihan. Aksi penggrudukan pun dianggap sebagai kelalaian pihak kepolisian, yang bisa dijadikan alasan untuk mencopot Kapolda Metro yang kini sedang menangani kasus Makar dan pornografi yang melibatkan RS.

RS dan SBY seperti ada hubungan simbiosis mutualisme. Keduanya saling membutuhkan karena adanya kepentingan. Bagaimanpun caranya RS harus diselamatkan, karena jika RS selamat, SBY juga kemungkinan akan selamat. Namun jika RS tidak selamat, kemungkinan SBY juga akan 'tamat'.

Jadi, kegaduhan ini sengaja ditimbulkan karena kepanikan SBY akan keselamatan dirinya dan juga kegagalan anaknya di Pilkada.
Begitulah kira-kira motifnya, pemirsa....
Sruput dulu kopi cucunya....

Comments

Popular posts from this blog

Tidur pake Bra berbahaya bagi kesehatan

Nikita Mirzani pamer payudara

WhatsApp Update Fitur Status video