SBY Yang Malang


Ketika lengser sebagai presiden, SBY mendapati Partai Demokrat nyaris runtuh karena hampir seluruh petingginya korupsi. Dia mencoba menyusun kembali Partai Demokrat (PD) yang dedel dowel dan suaranya merosot tajam. Inilah awal mulai yang menjelaskan mengapa SBY makin baper bahkan makin blunder manuvernya.

Cita-cita SBY yang Gagal

Selepas menjabat, pak SBY kelihatan sendirian . Dia hanya dikelilingi oleh keluarganya. Para bekas menterinya juga jarang bertandang. Selama menjabat, memang SBY tampak sebagai pemimpin yang kaku hingga tidak banyak teman. Dia adalah satu-satunya ketua partai yang tidak aktif dalam mengambil manuver politik. PDt nampak mengurung diri mengharap posisinya bisa menjadi partai penyeimbang. Pak SBY tersenyum melihat kelompok partai pimpinan Prabowo berseberangan dengan kubu Jokowi di parlemen. SBY berharap PD mampu bangkit lagi dengan memainkan peranan yang menentukan dalam proses legislasi di parlemen. PD berharap semua partai berebutan mendatanginya di kala masa-masa pengambilan keputusan yang genting di parlemen.

Namun sebagaimana kita ketahui, arah angin politik ternyata tidak memihak PD. Koalisi Merah Putih pimpinan Prabowo roboh karena partai pendukungnya merapat ke Jokowi. Terakhir Golkar yang merupakan kekuatan besar di parlemen merapat ke pemerintah dan meninggalkan Gerindra dan PKS sendirian. Perubahan aliansi politik ini menyebabkan keseimbangan PD menjadi oleng, makin tidak berfungsi dan perlahan menjadi partai gurem ditengah manuver dua kaki partai-partai lain.

Kritik Menuai Hambalang

SBY sangat resah dengan situasi ini. Berbagai cara dilakukan untuk membangun marwah Partai Demokrat. Dia keliling Jawa selama 16 hari pada bulan Maret 2016 untuk mengkonsolidasikan partainya dan menarik simpati rakyat Ketika itu SBY mengkritik pemerintahan Jokowi agar tidak menguras anggaran di sektor infrastruktur ditengah lesunya perekonomian negara.

Presiden Jokowi menjawabnya dengan mengunjungi komplek Hambalang yang terbengkalai., Untuk pertama kalinya, publik disuguhkan aneka bangunan yang sudah mirip dengan kota hantu. Jokowi dalam kunjungannya seolah memberi pesan bahwa Hambalang adalah monumen paling nyata kegagalan pemerintahan SBY membangun infrastruktur karena digerogoti oleh perilaku korupsi para petinggi partainya.

Sejak saat itu, SBY tidak melakukan manuver apapun dan lebih melakukan perbaikan internal partai.. Namun nampak keresahan SBY akan nasib partainya makin mendalam. Ibas tidak bisa diandalkan karena terlihat lembek tanpa terobosan meski posisinya adalah Sekjen partai.. Disaat bersamaan, :”orang luar” seperti Marzuki Ali ingin mengambil alih PD. SBY tidak mau partainya diambil orang lain yang akan membuat dirinya terlempar selamanya. Seperti Surya Paloh, SBY mengambil alih pimpinan partai bentukannya karena PD adalah satu-satunya legacy sang mantan Presiden yang harus tetap dipimpin oleh trah Cikeas.

Meramalkan Pecundang dan Perihnya Senyuman Kemenangan.

Inilah yang kemudian membuat SBY memutuskan memanggil pulang Agus dari Australia untuk menjadi calon gubernur DKI. Dia memandang, jika Agus bisa moncer di Pilkada DKI, maka PD akan naik lagi pamornya. SBY mengerahkan seluruh jaringannya terutama di kalangan Islam tradisional lewat polesan KH Ma’ruf Amin. Ketua MUI ini tentu bersedia membantu SBY mengingat jasa-jasanya ketika menjadi presiden mengantarkan petinggi NU itu menikmati sejumlah kekuasaan ketika menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Namun dukungan sang ayah tidak mampu mengangkat pamor Agus yang makin hari makin terlihat sebagai pepaya karbitan. Terlihat matang di kulit namun mentah dan bergetah daging dalamnya, Agus terus menerus gagap dalam kampanyenya hingga bahasanya belepotan. Janji-janjinya makin dilihat sebagai barang yang mengapung di sungai kotor. Calon nomor satu itu justru menjadi bulan-bulanan masyarakat hingga menurunkan peringkatnya dalam berbagai jajak pendapat menjelang Pilkada15 Februari.

SBY tentu resah luar biasa hingga mencari cara untuk menaikkan pamor anaknya. Satu-satuya jalan adalah jika dia diundang Presiden dengan cara memaksa sekalipun. Namun dia ceroboh memakai isu sadap untuk mendesak Jokowi. SBY termakan strategi pengacara Ahok yang mencecar KH Ma’ruf Amin tentang hubungannya dengan SBY dan pencalonan Agus. Keinginan diundang Presiden Jokowi juga pupus. Jokowi mengatakan pertemuan dengan SBY bisa dilakukan asal ada permintaan terlebih dahulu lengkap dengan bahasa tubuh yang sebenarnya menunjukkan keengganan. SBY makin kecewa.

Dalam konteks ini, ciutan terakhirnya yang memanggil-manggil Presiden Jokowi dan Kapolri ketika rumahnya di demo supaya dikasihani, bisa dipandang sebagai ungkapan frustrasi SBY yang sudah mencapai puncaknya. Ciutannya juga bentuk kekhawatiran terbesar SBY akan kemungkinan Agus jadi pecundang di Pilkada DKI meski dia sudah turun tangan mencoba mengangkat elektabilitas Agus. Sebab jika gagal maka kehancuran sistematis Partai Demokrat tidak bisa ditahan lagi.

Jadi jika Agus kalah dan Presiden Jokowi mengundangnya bertemu setelah Pilkada meski SBY tidak minta, kemungkinan mantan Presiden itu menolaknya. Dia sudah tidak punya apa-apa ditangan. Dan pastinya perasaan SBY makin hancur menyaksikan dibalik senyuman Presiden Jokowi ada aura kemenangan diantaranya.

Politik memang terasa sangat jahat terutama bagi seorang bernasib malang yang nekad menegakkan benang basah.

Comments

Popular posts from this blog

Tidur pake Bra berbahaya bagi kesehatan

Nikita Mirzani pamer payudara

WhatsApp Update Fitur Status video